July 26, 2012

Oh. Wow

It hurts a little. You see, you wasn't even there when it was my day. Some stupid reason of family matters bullshit. And after months has passed, I got nothing return. And what did you do to them? All that glorious things and efforts, while you left me nothing. It hurts. A lot.

And here I thought you're better than that. And here I am crying over you, spending so much time and so much efforts for you.

The glass is not half full anymore.
It's empty. And broken.

July 18, 2012

My Dearest

I am sorry that everything didn't go as we planned. I am sorry I wasn't there for you. I am sorry I couldn't do anything to make it better. Those (hopefully) comforting words, those endless 'how's, those seemingly annoying chats, that's all I have to show you that I care. I am sorry for your tears, but you've done so well and you've tried so hard. There's no need to be so hard on yourself.

I'm being overly dramatic here. But damn you had no idea how worried I was. I was helpless, and it pained me. This is hard, I know. But, please be strong. There will be light at the end of the tunnels, you just need to walk a little further.

Then you'll be alright. I'm sure you will.
Because all is well.

May 19, 2012

It's Just a Little Shit Talking, Nothing Important

One day after my prom, I went for a one-night-and-two-days trip to Lampung. With my father. By train. It was an okay trip I guess, considering I was so gloomy back then, with prom, graduation, my friends went away one by one, and all that stuff. The trip was proven to be good to me. It gave me time to put my thoughts and feelings in order.

I was on my way to a beach when I saw a local man riding his bike carrying two cages of birds. Supir kita bilang burung itu ditangkap dari hutan di sekitar pantai, nantinya untuk dibawa ke kota, dijual. Bapak saya bilang burung seharusnya dibiarkan terbang bebas, bukan dikurung dalam sangkar. Dia cerita gimana koleganya yang pelihara burung pasang jaring-jaring pembatas, seperti yang biasa kita lihat di kebun binatang, di halaman rumahnya, supaya burung-burung peliharaanya bisa terbang bebas. It sounds like a good idea, huh. Tapi bukankah itu cuma sangkar yang sedikit lebih besar? Dia cuma memberi burung-burung itu lahan yang lebih luas untuk terbang, membuat mereka berputar-putar di tempat yang sama lalu menyebunya kebebasan.

Menurut saya kita, manusia, selalu punya tendensi untuk memiliki, mengklaim sesuatu. Mungkin karena kita makhluk-makhluk kecil di dunia yang terlalu besar dan membutuhkan sesuatu untuk meyakinkan diri bahwa kita superior. Bahwa meskipun kita tidak selalu bisa mengatur segala hal, kita bisa memiliki apa yang bisa dimiliki. Dari binatang peliharaan, uang, pakaian, rumah, pasangan, hingga kepercayaan. Kita punya begitu banyak alat untuk menunjang eksistensi kita di dunia, mengklaim segala sesuatunya, sehingga kita lama lupa bahwa kita lahir tanpa punya apa-apa. Kita lupa semua yang kita punya tidak selamanya ada. Dan ketika kita dilucuti dari semua itu, kita pincang.

Berapa banyak politisi yang jadi gila ketika gagal punya jabatan dan jadi kaya? Berapa banyak perempuan yang bunuh diri karena lelakinya lari entah ke dunia bagian mana? Berapa banyak pemuka agama yang ngamuk ketika kepercayaannya dipertanyakan? Berapa banyak keluarga yang tidak lagi bersama karena ribut masalah harta? Kita berpegang pada hal-hal yang kita punya kuat-kuat, mempertahankannya sepenuh hati, tapi untuk apa ketika nantinya semua itu pun tidak bertahan selamanya?

Mungkin kita mencari sesuatu untuk dimiliki, untuk dijadikan pegangan. Alasan. Sesuatu yang kita lindungi, yang dijaga dan dipertahankan. Mencari kegiatan, supaya tidak jadi seonggok daging dan tulang ngalor-ngidul di muka bumi tanpa punya apa-apa, tanpa tahu mau ngapain.

Saya nggak tahu inti dari postingan ini apa. Saya juga nggak tahu dari tadi saya ngomong apa. Semua ini cuma ocehan abal-abal bocah ingusan yang sebal melihat burung dalam sangkar. Jangan dianggap serius. Saya cuma membual.

May 16, 2012

Cleaning Up

So I've removed many posts here, leaving only thirty-something left for you to read. It turned out that I love this blog too much to actually shut it down. I felt like cheating though, removing all those old posts. But it's necessary. And it's a good change too. Now you didn't have to read all those silly, emo, and alay posts huh? :)

May 12, 2012

Random Thoughts

I've been thinking of shutting down this blog. Like, making it private or something.

I just found out that there's a 'whistle blower' that read these things I write here. It's not that I am ashamed of what I write, no. It's just that, these posts, these thoughts of mine, well let's just say that they are not something that the whistle blower & friends will agree with.

So yeah. You see, I hate unnecessary conflicts. My thoughts are unconventional, yes. And it sure will cause a mess when the whistle blower tell his friends about it. And to prevent that, I think it'll be best if I just shut down this blog.

I still don't know what will I do though. Either change my address, delete old posts, or simply shut this down and make it private. There will be a few changes, definitely. And I won't post anything until then.

April 29, 2012

Kembali

Mimpi adalah jalan untukku kembali padamu yang telah pergi
Dalam realita yang kurajut dari keping-keping asa, aku menemukanmu yang lama hilang
Tangan yang lama menggenggam hampa kini mampu merengkuhmu meski semu
Hati yang lama sepi kini hidup kembali meski dibatas durasi
Aku menemukanmu kembali meski dalam mimpi
Namun semua ini rapuh, simpul-simpul yang kujalin tidak bertahan abadi
Kadang mesti kuakhiri perjumpaan meski seluruh serat tubuhku masih rindu berpeluk
Maka ketika yang tertinggal hanya kenangan samar akan pertemuan sementara, aku lara luar biasa
Jadi kunanti ketika pekat menyergap mematikan rasa dan tak lagi terjaga
Di sana sekali lagi kutemukan jalan kembali padamu yang lama tak kujumpa
Sampai saat itu aku akan sabar menanti
Sampai nanti bertemu lagi
Dalam mimpi atau mati


(Untuk mimpi yang membawa harapan semu. Karena terbangun dan meraih dalam gelap untuk sesuatu yang tidak kembali, bukan hal yang bisa dinikmati)

April 18, 2012

A Birthday That Will Never Be

Happy 51st Birthday

I miss you more than anything


I wish I could still say that to you


Published with Blogger-droid v2.0.4